Kamis, 21 Januari 2010

Ketawa Yuuukkk.....


Menanam Seribu Pohon
Category: Humor Lainnya
Pak Anton, Ketua RT di Kampung Sewu, mengadakan acara "Tanam Seribu Pohon". Setiap warga mendapatkan satu tanaman. Ada seribu warga yang ikut berpartisipasi, baik bapak-bapak, ibu-ibu, remaja, bahkan anak-anak. Setelah hari petang, acara diakhiri dengan makan bersama-sama.

Setelah berdoa makan, Pak Anton mengecek tanaman yang telah ditanam. Apakah benar-benar berjumlah seribu. Selang beberapa waktu menghitung, tanamannya ternyata kurang satu. Segera ia mengumumkannya kepada warga ketika tiba-tiba seorang anak mendatanginya dan berkata:

"Maafkan saya, Pak RT. Tanaman yang harusnya tadi saya taman, mati. Tapi saya senang, Pak. Karena kata bu guru kan mati satu tumbuh seribu. Pasti besok tanamannya berlipat ganda menjadi dua ribu!"

Kue di Bulan Puasa
Category: Humor Lainnya
Puasa-puasa kue di meja kelihatan berkurang juga. Karena penasaran Nenek mencoba menanyakan kepada cucu cucunya, Anto tidak, Budi tidak, Amir tidak, Wawan tidak! Lalu siapa?...

Sambil memegang megang kepala lalu Nenek berkata "Ups! mungkin saya tadi lupa mencoba!" hehehehe

Kisah Bulan Madu
Category: Humor Lainnya
Sepasang kekasih yang akan menikah beberapa hari lagi berusaha untuk masing-masing mempercantik diri dan menambah percaya diri menghadapai pasangannya. Sang pria yang punya masalah dengan bau kakinya meminta nasehat Ayahnya untuk masalah tersebut. Sang ayah pun menjawab dengan tipsnya untuk selalu menggunakan kaus kaki bahkan di tempat tidur.

Sang wanita yang rupanya menderita bau mulut meminta nasehat pada orang tuanya.

Orang tua si wanita pun berpesan : "Kalau kamu bangun tidur, jangan langsung ngomong. Usahakan tidak berbicara sedikitpun, langsung saja bebenah ke belakang dan sikat gigi."

Minggu pertama menikah, mereka berdua pun menjalankan tipsnya masing-masing dan kelihatannya lancar-lancar saja. Namun, suatu hari si pria sadar bahwa kaus kakinya terlepas satu dan ia mencarinya kekolong tempat tidur takut istrinya akan mencium bau kakinya tersebut.

Si istri pun terbangun dan tak sadar bertanya : "Kamu lagi ngapain sih, Mas?"

Tiba-tiba si suami berkata dengan kagetnya : "Ya ampun, kaus kakiku rupanya tertelan kamu ya?"

Membeli Bakso Pedas
Category: Pengalaman Lucu
Kejadiannya sekitar 5th yang lalu, saya mempunyai seorang sepupu yang polos dari kampung dan lucu.

Ketika itu pada siang hari saya ingin makan yang segar-segar, tiba-tiba berbunyilah ketokan abang tukang bakso tok..tok..tok....

Lalu saya tanya sama sepupu saya, kamu mau bakso...dia jawab, ngga ah... masih kenyang, lalu saya bilang kalo gitu lo beliin gue bakso ya...dia jawab baik mas.

Lalu saya menyetop abang baksonya biar nga terlalu jauh perginya, lalu saya bilang sama sepupu saya dengan panggilan kerennya ambon, "MBON BELI BAKSO SATU AJA, PAKE MANGKOK JANGAN PAKE MIE, YANG PEDES"

Nggak lama dia pulang dengan membawa 'BAKSO SATU BUTIR YG BESAR DIDALAM MANGKOK ADA SAMBALNYA'

Saya heran "KUAH SAMA YANG LAINNYA MANA MBON?"

DIA JAWAB, "KAN TADI BILANGNYA BAKSO SATU AJA YG PEDES, YA SAYA BILANG SAMA TUKANGNYA SPT ITU"

PANTESAN ABANGNYA BINGUNG......SAYA JUGA BINGUNG MAS.HAHAHAHAHAA........GUBRAK.

Tidak Pernah Melihat Kelapa
Category: Humor Lainnya
Seorang petani yang biasa tinggal di atas gunung, suatu hari turun gunung untuk refreshing. Sesampainya di pantai, dia menemukan buah kelapa.

Karena belon pernah ketemu buah kelapa maka dia bertanya kepada anak kecil yang ada didekatnya : "Nak... apa ini?"

"Ooo... itu telur gajah pak..."

"Oooooooo..."

Lalu laki-laki tersebut membawa buah tersebut pulang ke rumah. Sesampainya dirumah dia menceritakan kepada keluarganya sekaligus mempersiapkan segala sesuatu untuk penetasan telur gajah tersebut.

Mulailah dia mengerami telur tersebut bergantian dengan istrinya. Dengan menggunakan sarung dia berjongkok diatas telur.

Setelah 1 minggu, anak gadis petani tersebut bertanya pada ayahnya : "Pak... udah netas belon?"

"Nggak tau tuh... coba aja kamu pegang... mungkin aja sudah netas..." jawab si ayah.

Lalu anak tersebut menjulurkan tangannya ke dalam sarung ayahnya dan meraba-raba...

"Pak... udah pak..., telurnya udah netas... belalainya udah kepegang sama saya..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar